Minggu, 14 Januari 2018

GANTI GULA PASIR DENGAN DAUN STEVA !



Penggunaan gula pasir yang berlebihan telah diyakini telah menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah penyakit diabetes. Kini telah ditemukan tanaman yang salah satu bagian dari tanaman ini dapat menghasilkan rasa manis yang sangat tinggi, tapi sangat aman bagi penederita diabetes. Untuk melengkapi gaya hidup sehat Anda mari kita menanam pohon STEVIA REBAUDIANA dan menerapkan hidup sehat tanpa gula kalori.

#Stevia merupakan tanaman dari suku Asteraceae yang berkerabat dengan bunga matahari. Daun stevia ini dikenal sebagai pemanis pengganti gula tebu. Penduduk Brazil dan Paraguay sering menggunakan daun stevia sebagai pemanis pada minuman khas mereka yaitu sejenis teh bernama yerba mate dan juga sebagai obat tradisional.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk): Eudikotil
(tidak termasuk): Asterids
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Stevia Cav.
Spesies: Stevia rebaudiana




Stevia merupakan tumbuhan terna tahunan dengan tinggi sekitar 30-90 cm. Batang stevia bulat dan beruas. Stevia memiliki percabangan yang banyak, daun berbentuk bulat telur, ujung daun tumpul dan pangkal daun runcing, serta duduk daun saling berhadap-hadapan. Tepi daun bergerigi. Bunga stevia merupakan bunga hermafrodit dan aktinomorf. Mahkota bunga berbentuk tabung.

Tanaman stevia dapat tumbuh baik pada dataran dengan ketinggian 500 meter dpl hingga 1000 m dpl, kondisi intensitas cahaya matahari penuh, dan suhu lingkungan 14oC hingga 27oC serta kondisi curah hujan 1400 mm per tahun. Perbanyakan stevia dapat melalui biji, tunas bonggol, stek batang, dan kultur jaringan.
Studi tentang stevia pernah dilakukan pada tahun 1931 oleh Bridel dan Lavielle yang menemukan senyawa stevioside dalam daun stevia. Diketahui senyawa tersebut lebih manis 200-300 kali dibandingkan gula tebu atau sukrosa, rendah kalori, dan tidak dapat difermentasi oleh bakteri. Oleh karena itu daun stevia baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes dan obesitas dan juga baik untuk menjaga kondisi email gigi agar tidak berlubang.

Bila Anda membutuhkan Bibit STEVIA REBAUDIANA silahkan telepon atau kontak ke WA-085-777-213-978   harga bibit STEVIA  @25.500,- per Polibag (Harga bisa berubah-ubah)

Selasa, 24 Oktober 2017

Tips Mengatasi Busuk Akar akibat Nematoda pada Pohon Tin



Menanam pohon tin (ara) di halaman rumah bisa membuat kita sehat dan bahagia. Tapi setiap tanaman selalu saja memiliki pengganggu yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Salah satunya adalah hama busuk akar akibat nematoda. Nematoda atau juga biasa disebut sebagi cacing giling sering menyerang akar tanaman tin hingga membuat kondisi pohon tin hampir mati.





 

Cara Nematoda Menyerang Tanaman Tin


Nematoda menginfeksi tanaman tin mlelui sekresi air ludah yang mengandung enzim tertentu ke dalam tanaman. Enzim inilah yang kemudian menuluarkan racun-racun yang tidak dibutuhkan oleh tanaman.  Akibatnya sel-sel pada tanaman mengalami kematian (nekrosis).

Kerusakan pada ujung akar sungguh sangat berdampak pada serangan tingkat lanjut. Pada awal-awalserangan umumnya petani tidak bisa mengerahuinya. Hal inilah yang cukup mengkhawatirkan kita.

Akar yang rusak akibat nematoda mengakibatkan suplai air pada daun tanaman terhambat. Akibatnya laju fotosintesis turun drastis. Ciri-ciri yang bisa dilihat adalah kondisi tanaman yang tidak mau tinggi alias kerdil. Akar terlikat keriting dan terdapat benjolan-benjolan pada akar. 


Bagaimana Penularan Nematoda?

Nematoda dapat menular melalui cara-cara berikut ini:
  1. Melalui media tanah yang digunakan.
  2. Terbawa melalui benih tanaman tin.
  3. Tempat atau lokasi penanaman mengandung telur-telur nematoda yang bersarang.


TIPS Mengurangi Penularan

Untuk mengurangi penularan sebaiknya Anda melakukan seleksi bibit sebelum menanam.
  1. Hindari bibit-bibit yang telah terinfeksi dengan cara melakukan karantina bibit.
  2. Menggenanagn tanah selama beberapa bulan untuk memutus populasi nematoda pada media tanah yang akan ditanami.
  3. Menanam tanaman Resisten seperti tomat di sekitar pohon tin
  4. Pengendalian secara biologi dengan cara memelihara mikroba yang berlawanan (antagonis) misalnya Trichoderma harzianum. Saat ini sudah banyak jenis pupuk hayati mengandung T harzianum yang dijual di pasaran.


Cara Penanganan:

  • Jemur media sebelum digunakan
  • Cabut bibit buah tin lalu hilangkan akar yang terkena nematoda
  • Potong dan cuci bersih.
  • Ganti media dengan yang baru
  • Berikan fungisida dan insektisida
  • Lakukan penanganan seeprti awal penanaman dengan sedikit terkena matahari dan terlindung dari hujan.
  • TIPS lainnya adalah dengan mengganti root stock (batang bawah) tanaman tin dengan pohon lain yang tahan terhadap nematoda. Saya rekomendasikan untuk menggunakan batang bawah  pohon loa/ara atau Ficus Racemosa L. Dengan cara ini telah terbukti dapat mengurangi ganguan nematoda. Selain tahan penyakit, pohon loa ini sangat cocok dengan  kondisi tanah di Indonesia.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat. untuk pemasanan bibit TIN dan Zaitun dapat menghubungi kami di Call/WA:085-777-213-978 (Pak Nanang)

Rabu, 31 Agustus 2016

Cara Membuat Pupuk Cair Organik Sendiri



Anda hobi berkebun dan sulit mendapatkan pupuk? Mengapa tidak mencoba buat sendiri?
Di sini saya akan memberikan beberapa langkah sederhana. Silakan dicoba dengan bahan-bahan yang anda miliki di rumah.

1.       Kumpulkan sampah organik seperti sisa-sisa potongan sayur dari dapur (kulit buah, sayuran, sisa ikan, daging, bonggol pisang, limbah udang, dll). Pisahkan dari sampah non-organik seperti plastik, minyak, sabun, dan lain.
2.       Untuk hasil maksimal, rajanglah limbah sayuran yang panjang sehingga menjadi potongan-potongan pendek.
3.       Campurlah baik limbah sayuran yang sudah busuk maupun yang masih segar menjadi satu.
4.       Siapkan cairan bio-aktivator untuk mempercepat pembusukan. Jika tidak ada anda bisa menambahkan kompos jadi untuk meningkatkan pembusukan. Sebaiknya gunakanlah air sumur, air sungai, atau air empang (jangan menggunakan air PDAM, karena mengandung kaporit)
5.       Setelah semua bahan terkumpul. Masukkan air dan masukkan bio-aktivator dengan perbandingan (1:2, dalam satu liter air tambahkan 1 tutup botol bio-aktivator) Masukanlah ke dalam drum/ember dan tutup rapat.
6.       Tunggulah sampai dua minggu.
7.       Setelah dua minggu anda dapat memanen cairan pupuk cair setiap dua hari sekali. Penggunaan ke tanaman dapat dicampurkan dengan air saat penyiraman pagi dan sore.
8.       Selamat Mencoba! Semoga bermanfaat. (Nanang Hanif)

Kamis, 09 Juni 2016

Lakukan Prunning Pada Pohon Tin untuk Mengurangi Dominasi Tunas Apikal


Anda tak sabar pohon tin kesayangan Anda tak kunjung berbuah? Cobalah untuk melakukan pemangkasan  atau prunningMulailah dengan memangkas tunas apikal pada pohon tin Anda. Tunas apikal adalah tunas yang tumbuh di pucuk (puncak) batang. Dominasi apikal dan pembentukan cabang lateral sangat dipengaruhi oleh keseimbangan konsentrasi hormon. Dominasi apikal diartikan sebagai persaingan antara tunas pucuk dengan tunas lateral dalam hal pertumbuhan. Selama masih ada tunas pucuk/apikal, pertubuhan tunas lateral akan terhambat sampai jarak tertentu dari pucuk. Dominasi apikal disebabkan oleh auksin yang didifusikan tunas pucuk ke bawah (polar) dan ditimbun pada tunas lateral. Hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral karena konsentrasinya masih terlalu tinggi. Pucuk apikal merupakan tempat memproduksi auksin. 
Pohon tin jenis Purple Yordan (tinggi 2 meter, usia 2 tahun)


fig
Bibit tin kami yang ditanam di Bogor.


Auksin adalah zat hormon tumbuhan yang ditemukan pada ujung batang, akar, dan pembentukan bunga yang berfungsi untuk mengatur pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Auksin merupakan hormon pertama yang ditemukan dan disintesis dalam batang, akar apeks dan ditransportasikan di aksis tanaman. Hormon auksin diproduksi secara endogen pada bagian pucuk tanaman. Dominasi apikal biasanya ditandai dengan pertumbuhan vegetatif tanaman seperti, pertumbuhan akar, batang dan daun. Dominasi apikal dapat dikurangi dengan mendorong bagian pucuk tumbuhan sehingga produksi auksin yang disintesis pada pucuk akan terhambat bahkan terhenti. Hal ini akan mendorong pertumbuhan tunas lateral (ketiak daun).

Buah tin yang tumbuh pada setiap ketiak daun membutuhkan hormon yang memancing bertumbuhan bunga dan buah. Cara pemangkasan di atas setidaknya dapat membantu pohon Anda agar memperoleh penyebaran hormon secara merata di setiap dahan sehingga memancing pertumbuhan bunga. Untuk kasus pohon tin yang malas berbuah cara ini dapat diterapkan pada pertengahan musim penghujan. 

Nah, silakan Anda menerapkan tips di atas. semoga pohon tin kesayangan Anda berbuah lebat dan indah dipandang mata.

Semoga bermanfaat! Salam.

Selasa, 10 Mei 2016

Mengenal Buah Tin: Asal Usul dan Manfaatnya

bibit pohon tin Bogor
Bibit tin cocok ditanam di lokasi perumahan dengan tanah terbatas.


Buah tin yang dikenal dengan buah ara merupakan buah yang memiliki kebaikan dan manfaat yang cukup banyak. Sebagian kalangan mengenal nama tin dari kitab suci Al-Qur’an di mana nama buah ini dipakai sebagai salah satu surah dalam Al-Qur’an. Namun, tak hanya itu. Jauh sebelum itu buah tin juga telah dikenal lama oleh bangsa Babilonia (Mesir Kuno) berabad-abad yang lalu, terutama di daerah asal buah ini, yakni wilayah Asia Barat. Buah yang merupakan kerabat pohon beringin, yakni ficus ini sepuluh tahun terakhir telah menjadi perhatian banyak pencinta buah di dunia pada umumnya dan khususnya di Indonesia. Berbagai pengembangan dilakukan untuk memperoleh varietas baru yang lebih unggul.

Di Indonesia sendiri pohon tin mulai popular mulai 2005, beberapa varietas yang muncul dan masuk ke Indonesia dan disambut hangat oleh para kolektor dan petani adalah jenis Yordan. Kemunculanya begitu melegenda dan menarik banyak orang untuk mencoba menanam tanaman asli Mediterania ini. Buah tin yordan yang memiliki ciri khas kulit hijau ini memiliki daging buah berwarna merah dan rasa yang manis. Pohon ini cukup langka dan jarang ditemui di Indonesia. Namun, bagi para pelancong atau masyarakat muslim yang bisa mengunjungi wilayah Timur Tengah mungkin buah ini terasa tidak asing lagi. Beberapa orang mengenal tin dari oleh-oleh haji atau umroh berupa buah tin kering yang rasannya manis dengan sensasi gurih.

Bagi kalangan Umat Islam buah ini juga telah dikenal baik dan menjadi salah satu buah yang disebuat dalam kitab suci umat Islam.  Buah Tin dan Buah Zaitun adalah dua jenis buah yang disebutkan dalam kitab suci umat Islam, Al-Quran. Sudah sejak berabad-abad yang lalu dua jenis buah ini, Tin dan Zaitun, diketahui memiliki banyak sekali kebaikan dan manfaat bagi siapa saja yang mengonsumsinya.



Di beberapa Negara di Eropa dan sekitarnya buah tin dan zaitun juga sudah lama dijadikan sebagai obat alami untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit berat dan berbahaya. Para ahli dan peneliti menyakini bahwa banyak sekali kandungan yang terdapat pada buah tin, salah satunya penelitian dari Professor J. A. Vinson, U of Scranton, USA menyebutkan bahwa buah Tin tidak mengandung garam, lemak dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi kalium, serat dan zat besi. Hasil penelitian dalam 100 gram buah Tin, mengandung 20% daripada keperluan zat serat harian yang dibutuhkan tubuh kita. Dari jumlah tersebut, lebih 28% adalah jenis serat terlarut. 
Melihat cukup banyak manfaat dari buah tin ini maka perlulah kiranya kita mengetahui lebih jauh seluk-beluk buah ini agar dapat mengambil manfaat dan keuntungan ekonomis dari buah ini. Sebagaimana negara-negara di wilayah Timur Tengah dan Eropa telah lama mengolah dan memanfaatkan buah ini sehingga menjadi produk ungggulan yang dicari dan menjadi komoditi ekspor yang diperhitungkan. (Nanang Hanif)