Wednesday, August 28, 2019

TEKNIK MENANAM POHON ALPUKAT UNTUK PARA PENGHOBI PEMULA


Alpukat  di tahun 2019 kembali menjadi primadona di kalangan petani. Pasalnya tanaman ini relatif mudah untuk ditanam di pekarangan rumah dan memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. Dari situ tidak sedikit dari petani pemula mulai tertarik dengan tanaman ini, namun mereka kesulitan mendapatkan info terkait  cara dan teknik menanam alpukat yang tepat.
Berikut ini beberapa langkah sederhana yang mungkin bisa membantu para pemula untuk  menanam alpukat.

Memperhatikan Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat
Ketinggian Lokasi Tanam. Tanaman avocado atau biasa disebut alpukat ini sangat mudah ditanam di berbagai tempat. Baik di dataran rendah, maupun di dataran tinggi. Umumnya para petani lebih memilih menanam pada ketinggian 5-1.500 mdpl (meter di atas permukaan laut).  Sedangkan untuk tujuan penanaman skala komersial Anda bisa memilih varietas unggul yang lebih produktif dan cocok jika ditanam di dataran rendah-menengah, atau beberapa varietas yang lain justru lebih produktif di dataran menengah-tinggi.

 Kebutuhan terhadap Sinar Matahari Penuh. Tanaman alpukat yang kita tanam wajib mendapatkan penyinaran matahari secara penuh. Kira-kira antara 6 hingga 10 jam dalam sehari. Pastikan tanaman harus bebas dari segala naungan yang menghalangi proses fotosintesis tanaman. Jika syarat ini dipenuhi tanaman dapat tumbuh secara optimal dan berproduksi secara maksimal.
Jika anda menanam hanya bertujuan hobi saja, faktor ketinggian tidak perlu anda perhatikan. Cukuplah 

Memilih Varietas Unggul dan Populer
Beberapa varietas unggul bibit alpukat sudah terdaftar di Kementerian Pertanian dan bersertifikat. Sebagian bibit adalah varietas baru yang belum terdaftar, namun diakui memiliki keunggulan di kalangan petani dan pakar pertanian. Menurut data yang kami peroleh dari balitbu.litbang.go.id, ada sekitar 23 varietas alpukat unggul yang telah bersertifikat. Di antaranya:

  1. Alpukat Soga (2016)
  2. Alupkat Moncok Mentaram (2015)
  3. Alpukat Cipedak (2015)
  4. Alpukat Idola (2014)
  5. Alpukat Wina Badugan (2013)
  6. Alpukat Rengganis (2011)
  7. Alpukat Sijago (2011)
  8. Alpukat Raja Giri (2011)
  9. Alpukat Kendil (2011)
  10. Alpukat Mentera (2010)
  11. Alpukat Sindang Reret (2010)
  12. Alpukat Siginjai (2009)
  13. Alpukat Gayo (2008)
  14. Alpukat Pesako (2007)   
  15. Alpukat Kedanpuan Sikka (2007)
  16. Alpukat Tongar (2006) 
  17.  Alpukat Feurtindo (2004)
  18. Alpukat Mega Murapi (2003)
  19. Alpukat Mega Paninggahan (2003)
  20. Alpukat Mega Gagauan (2003)
  21. Alpukat YM Lebak (2000)
  22. Alpukat Ijo Bundar (1987)
  23. Alpukat Ijo Panjang (1987)


Selain varietas unggul di atas ada pula varietas unggul lainnya yang bisa anda pilih, namun sebagian belum terdaftar. Di antaranya:
  1. Alpukat Jumbo
  2. Alpukat  Aligator
  3. Alpukat Miki
  4. Alpukat Mentega
  5. Alpukat Hana
  6.  Alpukat Hass
  7. Alpukat Hawaii
  8. Alpukat Arjuno/Pameling
  9. Alpukat Non Biji



Mempersiapkan Bibit
Pastikan bibit yang anda beli adalah berasal dari sumber terpercaya. Meskipun di lapangan sangat sulit membedakan satu jenis dengan jenis lainnya. Para penjual dan pembeli dalam hal ini masih sangat kesulitan memperoleh bibit yang benar-benar asli sesuai varietas yang diharapkan. 

Tahapan dan Teknik Menanam

Teknik Pengairan
Teknik penyiraman tanaman yang paling murah adalah dengan dengan 1-3 hari sekali (jangan menunggu tanaman layu) Tujuannya adalah agar tanaman tetap tumbuh secara baik tanpa dehidrasi akibat penguapan kelembapan tanah berlebihan.

Pemupukan
Pemupukan yang paling baik dan sangat dianjurkan pada tanaman ini adalah dengan menggunakan pupuk kandang (organik) yang apabila diterapkan dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan pembesaran tanaman dari usia muda menuju usia pembuahan.
Selanjutnya dapat dibantu dengan menyiapkan pupuk Kapur Dolomit dan NPK sesuai dosis yang dianjurkan sesuai usia pohon.

Usia 6 sampai 4 bulan
  1. Pupuk Kandang (koran kambing/kelinci/sapi sebanyak 15 kg
  2. Kapur dolomite (sebanyak 0,5 - 1kg)
  3. Pupuk NPK (200 gr, 250 gr, dan seterusnya)
Usia Kurang dari 4 tahun
  1. Pupuk Kandang (dianjurkan kotoran kambing yang sudah lapuk/tidak berbau dan siap pakai)
  2. Dolomit (1kg)
  3. Urea (2,5-3,5 kg)
  4. TSP (3,5 kg)
  5.  KCL (4 kg)
Teknik Pemangkasan (Pruning)

Perlu tindakan pemangkasan secara berkala. Hal ini merupakan bagian dari  prasyarat yang harus dijalankan untuk mempersiapkan tanaman buah yang produktif. (BFG)

#alpukat
#bibit

No comments:

Post a Comment